Aku tinju kau dengan pedang.
Kau seperti pemburu usang,
Aku akan lebih jalang dari binatang.
Kau menjelma pasukan perang,
Aku ada untuk menghadang.
Kau nyalakan api kemarahan,
Aku sirami tetes perdamaian.
Kawan,
Kau lucuti aku dengan belati,
Aku tak akan melangkah pergi.
Bahu membahu mengejar mimpi
Meski tak jarang berebut nasi
Kebersamaan dilarang berhenti
Kau dan aku menunggu revolusi,
dari alam imaji menuju prestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar