Hampir saja kulihat senja
Sore dimana orang memuja
Aurora yang terlukis diangkasa
Menyembunyi segala rasa
Lelah,
Letih,
Rindu,
Pilu.
Seluruh nampak tanpa bentuk rupa
Menyatu dalam warna merah delima
Namun keindahan
Sebelum malam menggulita
Sebatas angan sia-sia
Dikurung pekat awan.
Menggumpal, menebal,
Air menetes deras kemudian.
Mari kita nikmati ini hujan.
Senin, 29 Februari 2016
Minggu, 21 Februari 2016
Ku Tunggu Kau Di Taman Cinta
Pikiranku hancur lebur terjajah
Juga mata, keduanya mengaliri nanah
Pada setiap lengkungan wajah
Putih membiru bibir yang dulu merah
Saat itu hanya lembaran daun
Berserakan bak permadani taman
Tak ada mawar dan melati anggun
Bising keramaian seperti angin bosan
Tanpa kata, tanpa jawaban
Harapan kian dalam terkubur
Beruntung rindu tetap subur
Juga mata, keduanya mengaliri nanah
Pada setiap lengkungan wajah
Putih membiru bibir yang dulu merah
Saat itu hanya lembaran daun
Berserakan bak permadani taman
Tak ada mawar dan melati anggun
Bising keramaian seperti angin bosan
Tanpa kata, tanpa jawaban
Harapan kian dalam terkubur
Beruntung rindu tetap subur
Langganan:
Komentar (Atom)