Juga mata, keduanya mengaliri nanah
Pada setiap lengkungan wajah
Putih membiru bibir yang dulu merah
Saat itu hanya lembaran daun
Berserakan bak permadani taman
Tak ada mawar dan melati anggun
Bising keramaian seperti angin bosan
Tanpa kata, tanpa jawaban
Harapan kian dalam terkubur
Beruntung rindu tetap subur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar