Dijalanan aku berteriak kencang
Mengejar bulan, menghitung bintang
Jumlahnya tak terbilang angka
Indahnya tak tersirat aksara
Lalu aku membisu
Diam juga menggerutu
Terpukau melihat kemesraan
Antara angin dan gumulan awan
Hampir saja bibirku biru
Membentuk lingkaran es batu
Tersebab putaran jarum jam
Yang sedang merangkak tajam
Ketiganya seperti tak punya mata
Berdetak lurus menuju pagi buta
Mungkin mereka tau sejuknya
Hingga rela tinggalkan alam maya
Aku ingin menuliskan banyak kata
Namun karena keterbatasan bahasa
Aku hanya mampu merasakan
Kemegahan malam tanpa kebencian
Minggu, 22 Mei 2016
Jumat, 13 Mei 2016
"Simposium Cinta"
Jika cinta adalah derita, bagaimana cerita bicara tentang air mata
Bagaimana cinta dapat berakar, jika rayap mampu robohkan pohon kekar
Selucu apa cinta, hingga mampu membahak tawa
Sekuat apa cinta, hingga ia lancang berani jemawa
Bukankah cinta itu malam? Gelap, dingin dan menakutkan.
Padahal, sedari dulu aku tau
Malam hadirkan mimpi selalu
Keduanya sama, cinta dan malam punya banyak keindahan.
Atau mungkin cinta adalah pengorbanan,
Karena pujangga berani habis-habisan
Dan jika cinta adalah penantian,
maka waktu menjawab dengan kepastian
Seribu puisi
Sejuta lagu
Bahkan milyaran ilusi
Sungguh tak ' kan mampu
Simposium cinta!!
Ribut karena mengartikan kata-kata
Atau rajut mempertahankannya ada
Bagaimana cinta dapat berakar, jika rayap mampu robohkan pohon kekar
Selucu apa cinta, hingga mampu membahak tawa
Sekuat apa cinta, hingga ia lancang berani jemawa
Bukankah cinta itu malam? Gelap, dingin dan menakutkan.
Padahal, sedari dulu aku tau
Malam hadirkan mimpi selalu
Keduanya sama, cinta dan malam punya banyak keindahan.
Atau mungkin cinta adalah pengorbanan,
Karena pujangga berani habis-habisan
Dan jika cinta adalah penantian,
maka waktu menjawab dengan kepastian
Seribu puisi
Sejuta lagu
Bahkan milyaran ilusi
Sungguh tak ' kan mampu
Simposium cinta!!
Ribut karena mengartikan kata-kata
Atau rajut mempertahankannya ada
Langganan:
Komentar (Atom)