Dijalanan aku berteriak kencang
Mengejar bulan, menghitung bintang
Jumlahnya tak terbilang angka
Indahnya tak tersirat aksara
Lalu aku membisu
Diam juga menggerutu
Terpukau melihat kemesraan
Antara angin dan gumulan awan
Hampir saja bibirku biru
Membentuk lingkaran es batu
Tersebab putaran jarum jam
Yang sedang merangkak tajam
Ketiganya seperti tak punya mata
Berdetak lurus menuju pagi buta
Mungkin mereka tau sejuknya
Hingga rela tinggalkan alam maya
Aku ingin menuliskan banyak kata
Namun karena keterbatasan bahasa
Aku hanya mampu merasakan
Kemegahan malam tanpa kebencian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar