Masih belum habis
Entah sampai kapan tak 'kan habis
Wanita itu sungguh mulia
Dari hilir ke hulu
Duka dipikul dipangku
Seluruh pinta dikata iya
Pada anak-anaknya
Dipeluk erat derita
Bertahan dengan cinta
Sepanjang bulan benderang terang
Berteduh riuh gemuruh keluh
Namun tak nampak tubuh
Sampai bisa malam ia seduh
Lalu,
"Ibu baik-baik saja nak"
Berkata dicekik air mata
ff
Tidak ada komentar:
Posting Komentar