Seharian didalamnya
Bersemayam syahdu memeluk sepi sendu
Pintu berkarat tertutup sudah lama
Mengurung segala yang berdebu
Aku didalamnya menangis
Entah karena sepi gerimis
Atau suara detak jantung empas-empis
Yang penting bukan batang ini amis
Aku didalamnya bermimpi
sedang memuja cantik bidadari
Seelok itu pinggul menari-nari
Namun tak lupa mengetuk pagi
Aku didalamnya bersenandung
Tentang rindu menuju ujung
Tentang cinta setinggi gunung
Tanpa pucat muka murung
Kamarku,
Sepetak ku isi puntung
Selebihnya terserah aku
Hendak apapun tergantung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar