Sial...
Lekas tuntas ku tulis namamu
Dengan ranting kering melinting
Bentar saja angin bertiup serbu
Hujan jadi sekutu tiada tanding
Sial...
Aku jadi sangat kepingin tangis
Yang undang pelukmu sadis
Rasamu salah menduga
Bukan mengusap air mata
Tapi menjilat tetes hujan
Rupamu sudah merindu
Lalu dengan hujan menyatu
Tulisan namanya yang hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar